Dalam beberapa bulan terakhir, Fathimah begitu intens menggeluti hobinya yang baru. Rajut. Ya, Rajut. Hobi yang sebenarnya ‘ketinggalan jaman’ bila dibandingkan hobi beberapa teman-teman sekolahnya yang menggandrungi game online Mobile Legend dan PUBG. Atau dunia Youtube sebagai content creator atau cuma cuap-cuap sebagai seorang Vlogger. Tapi justru disitu aku bersyukur. Ditengah derasnya dunia online yang merangsek ke setiap rusuk kehidupan, ada anak yang masih menggandrungi hobi old-fashioned seperti Fathimah ini.
Sebagai orang tua, memenuhi hobi anak yang unik ini kadangkala memusingkan. Beberapa minggu lalu Fathimah mengutarakan keinginannya untuk mempunyai alat rajut. Keinginan ini adalah akumulasi dari aksi menonton youtube sampai berjam-jam hanya untuk melihat bagaimana para perajut memeragakan aksi dan triknya. Jangan ditanya bagaimana efek dari demam rajut ini ke aktivitas sekolahnya. Bahkan sampai besok mau ulangan matematika, Fathimah malah asyik dengan video tutorial rajutnya. Akhirnya keinginannya untuk memiliki alat rajut dan benang terpenuhi. Salah satu Mal di dekat Stasiun Bekasi ternyata merupakan pusat bahan rajut yang lumayan lengkap. Dibelilah satu buah alat rajut dan beberapa benang warna pilihan.
Aku kira demam Fathimah sudah sampai disitu. Ternyata tidak. Dalam percobaan awal merajut, Fathimah mengeluhkan dengan kualitas benang yang dia pakai. Sampai suatu saat dia mengungkapkan keinginan untuk membeli benang baru dengan kualitas lebih bagus.
“Beli dimana? Bukalapak? Tokopedia?” Tanyaku.
“Bukan. Dia punya toko online sendiri”
Fathimah menyodorkan toko online yang dimaksud. Karena proses pembelian di toko online seperti ini berbeda dengan pembelian di BL/Toped, aku turun tangan untuk proses pembeliannya. Dia sampai memilih kode benang yang akan dia beli sesuai dengan warna yang dia suka. Singkat cerita order diproses hari Jumat pekan lalu. Transfer melalui BCA. Agak riskan juga soalnya setelah transfer tidak ada berita apa-apa dari sang punya toko tentang status pengiriman. Hingga pada hari Senin kiriman benang ternyata sudah datang. Luar biasa memang. Padahal pengirimnya, setelah ditelusuri, daerah Klaten Jawa Tengah.
Selanjutnya sudah bisa ditebak. Paket yang dia tunggu-tunggu pun akhirnya dia buka. Saking senangnya, dia sampai membuat satu rekaman video untuk Unboxing paket benang itu. Akhirnya aku punya ide untuk mengedit video yang dia buat dan mengunggahnya di Youtube.
Hari ini adalah hari kedua Fathimah berkutat dengan Dunia Rajutnya. Dan inilah progres yang dia capai hingga sore hari tadi

Targetnya, hari Minggu nanti dia menyelesaikan rajutan pertamanya. Katanya mau buat sweater. Kita nantikan saja bagaimana kelanjutannya.