Fathimah, Ali dan Khadijah yang Ayah sayangi,
Bekal terbaik untuk mengarungi kehidupan ini adalah ilmu. Allah Ta’ala mengangkat
derajat para pecinta Ilmu berlipat derajat. Malaikat-Malaikat-Nya senantiasa berdoa kepada kita manakala kita berada di majlis ilmu. Ilmu akan bertambah bila kita berbagi kepada orang lain. Ilmu pun akan menjaga kita dari keburukan. Oleh karenanya, hiasilah dirimu dengan Ilmu. Ilmu yang bermanfaat untuk kehidupanmu. Di dunia dan akhirat nanti.
Fathimah, Ali dan Khadijah yang Ayah kasihi,
Perjalanan di dunia ini seperti mengarungi samudera yang penuh badai. Kalian harus memiliki bekal untuk menghadapi semua rintangannya. Bukan bergudang harta, bukan berlimpah emas permata. Bekal terbaik yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam titipkan kepada kita adalah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Keduanya ibarat peta dan kompas dalam kehidupanmu. Pelajari dan dalamilah keduanya sepanjang kehidupanmu. Sehingga engkau akan mengerti tujuan hidupmu sebenarnya dan tidak akan pernah tersesat.
Fathimah, Ali dan Khadijah yang Ayah cintai,
Kalian adalah manusia-manusia terbaik yang Allah Ta’ala amanahkan kepada Ayah dan Bunda. Oleh karenanya, tetapkan cita-citamu setinggi langit dan bekerjalah dengan keras untuk meraihnya. Jangan pernah malas dan berpangku tangan. Ingat, bila kita lemah terhadap diri kita, maka kehidupan akan keras kepada kita. Sebaliknya, bila kita keras dan tegas terhadap diri kita, maka kehidupan akan lemah kepada kita.
Fathimah, Ali dan Khadijah yang Ayah kagumi,
Bila kalian telah berhasil meraih apa yang kalian cita-citakan di dunia ini, jangan lupakan Bundamu. Dialah yang mengandung kalian selama 9 bulan dan berjuang antara hidup dan mati. Dialah yang menyusui kalian selama dua tahun, menjaga kalian sepanjang malam dari gigitan nyamuk, mengganti popok yang kotor karena kotoran kalian. Ciumlah tangannya, peluklah dia dan katakan: Fathimah dan Umar akan selalu sayang sama Bunda.
Oh ya, untuk sementara sekian dulu surat dari Ayah. Besok ayah lanjutkan lagi.
Peluk cium ayah tersayang