Mengumpulkan Catatan Kehidupan

love-mozaik

Kehidupan telah mengajarkanku berjuta hikmah yang begitu berlimpah. Kumpulan-kumpulan pengalaman yang tersusun begitu rupa layaknya mozaik yang berwarna-warni sebagai perhiasan diri dimasa depan. Langkah demi langkah yang dilalui adalah simfoni yang tersusun atas dua kutub kehidupan. Ada tangis, ada tawa. Ada cinta, ada benci. Ada gembira, ada nestapa. Ada hidup, ada mati. Sungguh, Maha Besar Allah Ta’ala Yang Maha Pencipta Segala Berpasang-pasangan.

Aku sebenarnya merasa rugi karena langkah-langkah hidup ini tidak terekam dengan baik dalam bentuk tulisan. Sebagaimana lembar-lembar kertas yang tercerai berai, aku ingin sekali memunguti semua lembar kisah hidupku dan merangkumnya dalam sebuah catatan perjalanan. Barangkali ada diantara sahabat yang bertanya, mengapa aku harus bersusah payah meluangkan energi dan fikiranku untuk melakukan hal itu? Jawabnya, itu adalah sebuah kewajiban dari setiap manusia. Mengapa? Karena, sebagai ahsani taqwim (the best creatures), manusia dituntut dapat mempergunakan akalnya untuk mengevaluasi diri. Menatap masa lalu dan menggali sekecil apapun ibrah yang ada didalamnya. Bukankah Masa lalu adalah cermin buat kita untuk berbuat lebih baik?

Selain itu, aku juga ingin menggunakan media ini sebagai wadah pemikiranku dalam menatap masa depan. Karena apa yang akan kita dapatkan di masa depan bergantung kepada apa yang kita lakukan hari ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menguatkan tekadku dalam merealisasikan usaha mulia ini